Aksara Hatiku Kini
Sedih...
Mungkin hanya itu yang ada
Pada hati
Pun mulai rapuh
Bagimana tak rapuh?
Jika ada retakan
Mulai mebesar
Hingga hampir runtuh
Kenapa bisa retak?
Padahal masih tertambal
Tambalan yang kuat
Yaitu sang kekasih
Kalau begitu kenapa hampir runtuh?
Bukankah masih tertambal?
Karena...
Tambalan itu perlahan menghilang
Meninggalkan hati
Apa mungkin sebaiknya menghilang?
Biar tambalan itu dapat bebas
Menambal hati lain
Yang lebih kokoh
-Black
puisi amatiran
Kamis, 26 Mei 2016
Lawan (atau) Kawan
Hai kamu
Iya kamu!
Kamu kawankah?
Atau lawan?
Jika lawan
Datanglah
Dengan pisau tajam
Tuk tarung
Apakah kamu siap?
Beradu aksara
Pikiran
Dan logika
Lebih baik bukan?
Tanpa memar
Darah
Pun jiwa
Jika teman
Duduklah dibelakang
Lihat saja diriku
Bertarung dengan gigih
Tapi...
Ingatlah!
Janganlah kamu berpaling
Atau menusukan belati tepat di jantung
Kalau itu terjadi
Maka...
Kamu hanyalah pecundang
Bagai sampah
-Black
Hai kamu
Iya kamu!
Kamu kawankah?
Atau lawan?
Jika lawan
Datanglah
Dengan pisau tajam
Tuk tarung
Apakah kamu siap?
Beradu aksara
Pikiran
Dan logika
Lebih baik bukan?
Tanpa memar
Darah
Pun jiwa
Jika teman
Duduklah dibelakang
Lihat saja diriku
Bertarung dengan gigih
Tapi...
Ingatlah!
Janganlah kamu berpaling
Atau menusukan belati tepat di jantung
Kalau itu terjadi
Maka...
Kamu hanyalah pecundang
Bagai sampah
-Black
Langganan:
Postingan (Atom)